Literasi Tiada Henti; Static Means Death!
PISA (Programme for International student assessment) menempatkan Indonesia di peringkat 64 dari 72 negara dalam tingkat literasi negara-negara di dunia. Sementara The World Most Literate Nation study menempatkan pada tingkat 60 dari 61 negara. Tentu peringkat yang tidak membanggakan.
Apakah itu literasi?
Literasi umumnya dipahami sebagai kemampuan kognitif untuk membaca dan menulis. Pengertian konsep literasi kemudian berkembang, bukan hanya kemampuan dalam membaca dan menulis, melainkan juga mengikutsertakan kemampuan berbicara secara lisan dan menghitung.
Sementara National Institute for Literacy (NIFL) mengartikan literasi adalah kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga, dan masyarakat. Bahkan lebih lanjut Education Development Center (EDC) menyatakan literasi lebih dari sekadar kemampuan baca tulis dan menghitung. Literasi juga berarti kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan keterampilan (skill) yang dimiliki dalam kehidupan seseorang. Dengan pemahaman demikian, menyiratkan bahwa literasi mencakup membaca kata dan membaca dalam arti luas; Dunia.
Lantas, apa yang harus dilakukan untuk mendongkrak tingkat literasi masyarakat Indonesia supaya lebih meningkat. Karena tak dapat dimungkiri tingkat literasi berbanding lurus dengan kemajuan sebuah bangsa. Semakin tinggi tingkat literasi, semakin tinggi pula kemajuan bangsa tersebut, dan tentu saja hal ini berperan signifikan bagi kesejahteraan rakyatnya. Dalam hal ini, para pemimpin sudah selayaknya memberi contoh dalam upaya yang amat strategis dan mulia ini, untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa. Tentu, para pemimpin dituntut untuk mampu dan mau membaca dalam arti seluas-luasnya.
Salam Literasi!

Comments (0)