Ghost Writer; Menulis untuk Mengabadikan
Penulis cerita perhantuan atau cerita kisah-kisah horor nan sarat misteri? Atau penulis kisah dunia gaib yang terliputi kegelapan nan kerap kali memerindingkan bulu roma, menegangkan, dan menaikkan adrenalin? Serem kali.
Bukanlah!
Ghost writer (penulis hantu) atau disebut juga penulis bayangan adalah orang yang menulis tapi bukan atas namanya sendiri, melainkan atas nama orang lain. Seorang ghost writer menulis berdasarkan ide dan gagasan orang lain, lebih tepatnya orang yang menjadi kliennya dan mendapatkan bayaran atas jasanya tersebut. Ghost writer bertugas mencatat dan menampung berbagai ide dan gagasan klien dan lantas meramunya dalam bentuk karya tulis (buku, dalam berbagai variannya) yang ciamik sesuai dengan karakter klien. Oleh karena itu, untuk dapat melahirkan tulisan yang sesuai dengan karakter kliennya, seorang ghost writer mesti mengenal secara akrab dan mampu menangkap pikiran, suasana kebatinan, dan aura sang klien. Bagaimana caranya? Ada pokoke.
Seorang penulis bayangan tidak boleh mencantumkan namanya dalam karyanya, melainkan tetap nama klien yang tercantum dalam karya tersebut. Itulah mengapa disebut sebagai penulis hantu atau bayangan. Ya, karena memang namanya tidak kelihatan dalam karyanya itu, jadi seperti bayangan hantu.
Lantas, siapa klien seorang ghost writer?
Pada dasarnya, semua orang bisa menjadi klien ghost writer, selama orang tersebut memiliki ide dan gagasan dan bermaksud menuliskannya. Ada dua alasan mereka melakukan itu. Pertama, karena kesibukan yang padat sehingga tak ada waktu untuk menulis sendiri. Kedua, memang merasa tidak mempunyai kecakapan dalam menulis.
Kita sering melihat banyak selebriti, politisi, atau pengusaha dan tokoh masyarakat dalam kesibukannya beraktivitas, tapi masih sempat menulis buku dan menerbitkannya. Jangan salah, banyak dari mereka menggunakan jasa ghost writer. Keren Khan!
Comments (0)