NATO, NASO. NAWO
Sering, bahkan sering kali, mendengar pernyataan, ” udah ikut training, ikut seminar, ikut workshop, ke mana-mana dan berupa-rupa, kok tampaknya begitu-begitu saja. Gak ada perubahan signifikan. Apa dong dampaknya terhadap kinerja dan prodsuktivitas, individu dan organisasi?
Training, seminar, workshop, dengan semua variannya, adalah jenis investasi leher ke atas. Menstimuli akal dan pikiran untuk menerima hal-hal baru yang memberdayakan dan menguatkan, atau melakukan refresment terhadap berbagai hal yang sudah ada dan mengendap dalam pikiran dan menjadi support system atas keberlangsungan kinerja seseorang. Stimulus yang diharapkan mampu memberikan energi pencerahan bagi pikiran agar lebih berdaya. Memperluas pandangan dan memperkaya perspektif dalam berbagai dimensi yang menjadi bidang garap seseorang. Singkatnya, dengan mengikuti training, seminar, workshop dan sebagainya, diharapkan seseorang menjadi individu yang lebih kompeten, piawai, dan mumpuni dalam mengeksekusi pekerjaannya.

Lanjutannya, pembelajaran, dalam semua variannya, idealnya mampu mengubah seseorang dalam dimensi: pengetahuan, keterampilan, sikap, dan belief. Berkomitmen melakukan perbaikan dan pembaikan secara kontinu, terjadi proses pembentukan karakter, dan pada hulunya berdampak signifikan pada peforma.
Petanyaannya, apakah semua terjadi seperti apa yang diharapkan? Tidak selalu, sodara-sodara! Begitu banyak training, seminar, workshoip yang sudah diikuti, namun dampaknya tidak begitu signifikan bagi penigkatan performa. Apa yang keliru? Yoi, sering, bahkan sering kali, kita, dengan berbagai alasan, tidak atau malas menerapkan apa-apa yang kita dapatkan selama training, seminar, workshop. NATO (No Action Trainging Only). NASO (No Action Seminar Only). NAWO (No Action Workshop Only).

Comments (0)