Street Smart n Book Smart
Apakah kamu termasuk street smart atau book smart? Atau keduanya (blended)? Apa sih bedanya? Kita bahas tipis-tipis.
Street smart adalah istilah yang dinisbatkan pada orang yang punya kematangan dan pengalaman mumpuni di lapangan, atau dalam kehidupan nyata (pengalaman konkret). Matang dan mumpuni karena pengalaman langsung. Melewati hari-hari, dengan semua dinamika dan romantikanya, dalam melakukan pekerjaan atau profesinya. Bergumul langsung dengan realitas; melakoni. Istilah familiernya, praktisi.
Book smart dinisbatkan para orang yang membangun kemumpuniannya melalui pergulatan dengan dunia keilmuan, secara teoritik dan akademik. Makanan pokoknya adalah buku dan berbagai hasil kajian ilmiah dan tidak atau kurang ilmiah lainnya, sebagai referensi untuk membangun basis keilmuannya. Istilah familiernya, akademisi atau teoritisi. Pokoknya, orang-orang yang dak pernah memiliki pengalaman praktek di lapangan.

Pertanyaannya, mana yang lebih unggul? Tidak ada! Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Tak perlu dihadap-hadapkan secara diametral, apalagi berantem. Tergantung perspektif dari mana memandang dan untuk tujuan apa?
Ahh, teori!
Sering dengar ungkapan begitu tho? Sekilas, ungkapan tersebut mengandung nada ejekan buat orang-orang yang hanya berteori, orang-orang yang berbicara panjang lebar tentang suatu yang menjadi bidangnya, tapi tidak pernah langsung secara konkret mengalami dan tak penah melakukan apa yang diomongkan. Berhenti di stasiun kajian atau wacana, bereforia bersama konsep-konsep. Bertengger di menara gading keilmuannya, dan tidak atau kurang membumi.
Bagi para praktisi, hal demikian itu tentu saja tidak atau kurang menarik, dan sering kali diabaikan, karena dianggap tidak penting, angin lalu. Omong doang, hanya omon-omon! Bahkan, di beberapa kasus, dianggap menyebalkan. Benarkah begitu?

“Kerja, Kerja, Kerja”, adalah slogan yang amat membahana beberapa waktu yang lalu. Setuju! kerja konkret sangat penting. Hanya dengan kerja nyata semua hal bisa terjadi. Sebaliknya, hanya berwacana, berkonsep, takkan terjadi apa-apa. Melakukan sesuatu walau keliru, akan lebih baik dari pada banyak kata, wacana, konsep, tapi berbuat apa-apa. Pastinya, kerja-kerja nyata, utamanya yang berhubungan dengan kemaslahatan orang banyak, tanpa dibarengi dengan kajian-kajian teoritik keilmuan yang matang dan mumpuni, sangat berbahaya dan sembrono. Apalagi kerja-kerja sekadar mengejar proyek kejar tayang.
Street smart dan book smart, menurut saya, adalah dua kutub yang sama-sama penting dan diperlukan dalam eksekusi sebuah pekerjaan atau profesi, apa pun. Sehingga, dengan mengoptimalkan kinerja kedua kutub tersebut, akan tercipta sebuah keindahan dan keunggulan dalam kinerja kita, ” Work Smart“. Kolaborasi ciamik antara street smart dan book smart.
Tetap semangat!
Be presence, Enthusiast, Focus, Openmind, n Deliver at almost perfect level.
Comments (0)