A Sustainable Future: Niscaya atau Niskala
Sustainable, sungguh, menjadi kata sangat penting dan krusial saat ini. Di tengah gelombang maha dahsyat perubahan dunia yang begitu masif, keberlanjutan menjadi oase dan pengharapan banyak manusia akan masa depan bumi. Bumi yang makin tua dan banyak menanggung beban, tampak makin merana dan menderita. Beban bumi sebagai akibat dari kemajuan peradaban manusia terjadi dan berlangsung sejak mula peradaban dimulai. Tentu, kemajuan peradaban adalah sunatullah (hukum alam): sudah, sedang, dan akan terus terjadi. Karena kemandegan berarti naviri kematian. Static means death! Pertanyaanya. Kemanakah arah perubahan dan kemajuan peradaban dimaksud? Apakah keberlanjutan masa depan bumi nan lestari (Sustainable Future) suatu yang niscaya (pasti, tentu) atau niskala (abstrak, ngambang)? Pertanyaan yang sungguh menarik, tatkala begitu kompleks permasalahan yang tengah melingkupi bumi dan kehidupan yang ada di atasnya saat ini, di hampir semua aspek.
Keniscayaan Sustainable Future

Bicara sustainable berarti bicara masa depan (future). Masa depan bukanlah milik kita (orang-orang yang hidup di saat ini), melainkan milik generasi yang akan datang sebagai pewaris syah. Sebagai yang mewariskan tentu berkewajiban mewariskan sesuatu yang baik dan mampu memberikan maslahat pada sang pewaris, agar hidup layak dan berkelanjutan. Kemampuan mewariskan suatu yang baik dan maslahat, adalah keniscayaan dan tugas mulia yang mesti ditunaikan dan dituntaskan. Generasi yang akan datang akan menuntut kita bahkan “mengutuk” jika kita tidak mampu melakukan itu.
Sustainable future mengacu pada sebuah konsep keberlanjutan masa depan bumi nan lestari, yang keberadaannya menjadi tanggung jawab bersama seluruh stakeholders bumi, utamanya manusia, yang justru diturunkan sebagai pengemban tugas “Pengelola dan Pemakmur Bumi”. Penugasan itu bukanlah suatu yang tidak direncanakan, tapi sebuah keniscayaan karena manusia telah dibekali dengan semua perangkat sempurna: Pikiran (mind), Badan wadag (body), dan Jiwa (soul) untuk melaksanakan tugas itu. Berhasil atau gagal? Di situlah misteri, semisterius keberadaan manusia itu sendiri. Terpenting adalah apa yang telah kita upayakan dan lakukan.
Keniscayaan sustainable future berarti bahwa masa depan bumi nan lestari dan berkelanjutan adalah sesuatu yang pasti atau tentu terjadi. Bahwa masa depan nan lestari dan berkelanjutan akan terjadi, menisbatkan pada sebuah upaya bersama seluruh stakeholders bumi untuk berkomitmen mencapai tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan. Komitmen menjadi suatu yang amat krusial bagi keniscayaann sustainable future. Menekankan kepastian atau keyakinan bahwa masa depan bumi nan lestari dan berkelanjutan adalah sesuatu yang dapat dicapai, sungguh suatu yang “maha” berat. Berbagai kepentingan para pihak demi meraih keuntungan bagi kelompok, adalah tantangan terbesar bagi upaya “Meniscayaan Sustainable Future“.
Pastinya, banyak faktor yang memengaruhi keniscayaan sustainable future , antara lain: kemajuan teknologi dan industri, kepentingan politik global, berbagai kebijakan pemerintah berbagai negara yang mendukung pembangunan berkelanjutan, dan perubahan perilaku manusia. Justru perubahan perilaku inilah , menjadi faktor paling signifikan bagi kerniscayaan sustainable future. Perubahan perilaku manusia sungguh menjadi penentu bagi keniscayaan sustainable future, bukan hanya berlaku bagi masyarakat luas, justru yang paling utama adalah perilaku para pihak pengambil keputusan (para penguasa; politik dan ekonomi) yang terkait langsung dengan isu-isu keberlanjutan bumi agar lestari. Environmental issue menjadi isu yang amat penting dan krusial saat ini, di mana tampak di hadapan kita bumi yang makin merana karena ekspoitasi yang membabi buta, nyaris tanpa etika. Tampaknya, kita ( berbagai pihak berkepentingan: pemerintah, swasta, dan masyarakat) mesti mengubah kebiasaan-kebiasaan kita untuk menjadi lebih memperhatikan isu-isu lingkungan dan menguatkan komitmen untuk tetap dan terus memihak pembangunan keberlanjutan.
Keniscayaan sustainable future, agar menjadi nyata, tentu tidak hanya berhenti pada jargon-jargon, bebagai tulisan, dan seminar, melainkan menekankan pentingnya aksi dan implementasi. Kita tidak hanya harus membahas tentang sustainable future, tetapi juga harus mengambil aksi. Berpartisipasi aktif dalam program-program ramah lingkungan, dalam berbagai variannya sesuai dengan peran masing-masing.
Keniskalaan Sustainable Future

Kata niskala merujuk pada suatu yang abstrak, tak tampak, tak telihat. Keniskalaan sustainable future berarti bahwa masa depan bumi nan lestari dan berkelanjutan adalah sesuatu yang tidak terlihat atau abstrak. Ini berarti bahwa kita tidak dapat melihat secara jelas bagaimana masa depan yang berkelanjutan akan terjadi, karena itu masih merupakan konsep yang abstrak. Keniskalaan sustainable future menekankan bahwa masa depan nan lestari dan berkelanjutan adalah sesuatu yang masih di awang-awang, tak menentu (uncertainty). Oleh karenanya, memerlukan kesadaran, pemikiran dan perencanaan yang mendalam bagi perwujudannya.
Kompleksitas (complexity) persoalan isu-isu lingkungan terkait dengan isu keberkelanjutan saat ini menjadi tantangan “maha” berat bagi upaya-upaya perwujudan sustainable future. Ketidakpastian tentang masa depan, dengan berbagai peristiwa yang terjadi saat ini menambah tantangan menjadi makin berat. Dunia dibayang-bayangi dengan konstalasi global yang makin rumit dan runyam. Perang yang berkecamuk, dalam berbagai variannya; fisik, teknologi senjata canggih, dagang dan ekonomi, cyber media, dan berbagai kepentingan lainnya makin membuat bumi menahan beban untuk memikul. Makin hari tampaknya bumi makin tak baik-baik saja. Belum selesai masalah yang satu, sudah disusul dengan masalah yang lain, seolah-olah dunia selalu bermasalah. Justru, tampaknya bukan seolah-olah, tapi memang demikian adanya dunia.
Tampaknya, dibutuhkan pemikiran dan perencanaan yang lebih dalam untuk mengatasi, setidak-tidaknya mengurangi beban bumi agar tidak terjadi overload, yang tentu akan sangat berbahaya bagi keberlangsungan sustainable future. Tantangan isu lingkungan dan berkelanjutan sangat kompleks, sehingga, sekali lagi, kita memerlukan kesadaran, pemikiran, dan perencanaan yang lebih dalam untuk mengatasi.
Menyikapi keniskalaan sustainable future, tampaknya memerlukan ruang seluas-luasnya bagi imajinasi dan kreativitas, agar apa yang menjadi ketakutan dan kekawatiran akan masa depan sedikit banyak dapat dikurangi, jika tidak dapat dieliminasi. Imaginasi dan kreativitas yang tentu diharapkan berbuah inovasi; berbagai penemuan baru dan terbarukan yang mampu menambah nilai (value) bagi upaya perwujudfan sustainable future. Kita membayangkan bagaimana masa depan nan cerah dan berkelanjutan akan terjadi. Kita butuh berpikir secara lebih dalam dan komprehensif tentang bagaimana kita dapat mencapai sustainable future, dan menggunakan imaginasi dan kreativitas kita untuk mengembangkan solusi-solusi yang lebih efektif.
Akhirnya, keniskalaan sustainable future adalah bahwa masa depan yang cerah dan berkelanjutan adalah sesuatu yang tidak terlihat atau abstrak. Oleh karenanya, kita harus menggunakan pemikiran kritis (critycal thinking), perencanaan yang lebih dalam, dan berkesadaraan paripurna akan pentingnya imaginasi dan kreativitas, yang mampu melahirkan berbagai inovasi untuk mencapai sustainable future.
Comments (0)